”Perlu Saya tegaskan, petugas Satreskrim Polres Tegal Kota tidak melakukan pengejaran. Tidak melakukan upaya paksa secara berlebihan, tindakan intimidasi maupun mengunakan senjata api, sama sekali tidak ada,” tandas Kapolres Tegal Kota, di dampingi Kasat Reskrim AKP Husen Asnawi, Selasa (3/3).
Diduga Panik
Pihaknya menduga, empat pemuda yang nekat terjun ke Sungai Ketiwon, di duga karena panik ketika ada petugas mendatangi judi sabung ayam. Meski begitu, karena personelnya tidak melakukan pengejaran, pihaknya menjadi tidak tahu-menahu kalau ada empat pemuda yang berupaya melarikan diri, dan terjun ke Sungai Ketiwon.
Di sisi lain, informasi ada empat pemuda nekat terjun ke sungai saat kejadian penggerebekan judi sabung ayam, baru di ketahui sekitar pukul 23.00, Minggu (1/3). Kemudian esok paginya, baru muncul informasi ada satu dari empat pemuda yang terjun ke sungai itu, telah di temukan satu korban tewas tenggelam di perairan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 09.35, Senin (2/3).
Korban tewas yang kali pertama d itemukan berinisial MA (32), warga Jl Delima, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Selanjutnya, kata dia, tak jauh dari lokasi penemuan korban pertama, dua korban tewas tenggelam di temukan lagi, pada Selasa (3/3).
Dua korban di maksud berinisial S (31) warga Jl Delima Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, dan KS (32) warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kedua korban tewas itu, merupakan rekan MA yang pada hari yang sama di duga, sama-sama terjun ke Sunga Ketiwon untuk melarikan diri.
Sedangkan satu orang lagi yang sebelumnya di kabarkan hilang, karena ikut terjun ke sungai tersebut, berinisial Ud (32), warga Jl Mejabung, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, masih dalam kondisi sehat wal afiat, dan sedang berada di luar kota.


