Paralegal Muslimat NU Jateng Jadi Ujung Tombak Pendampingan Hukum Warga

Acara ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, serta Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam sambutannya, Arifah menekankan bahwa Muslimat NU selama ini telah memainkan peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.

Dikatakan, hal ini menunjukkan pengabdian Muslimat NU dalam menjaga peradaban membawa kedamaian, memperkuat persatuan, serta menjadi solusi atas krisis kemanusiaan.

“Perempuan dan anak memiliki peran sangat penting dan strategis bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Khofifah menambahkan, keberadaan paralegal Muslimat NU diharapkan mampu memperkuat pendampingan hukum masyarakat melalui kolaborasi dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di berbagai daerah.

BACA JUGA :  Kadin Soloraya Juluki Ahmad Luthfi sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi

Tak hanya fokus pada isu domestik, dalam kesempatan tersebut Muslimat NU juga menyampaikan sembilan poin imbauan kepada Sekretaris Jenderal PBB untuk menghentikan konflik global dan mendorong perdamaian dunia. Imbauan itu diserahkan melalui Menteri PPPA untuk diteruskan ke Markas Besar PBB.

Dengan pengukuhan ini, Muslimat NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya sebagai kekuatan sosial yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi motor pemberdayaan dan pelindung kelompok rentan di tengah masyarakat. (**)