”Kami terus melakukan sosialisasi agar warga tidak kembali ke rumah lama yang rawan. Saat ini masih menunggu kelengkapan persyaratan pendirian huntara,” jelas Fajeri.
Di sisi lain, Kepala DPUPR Batang, Endro Suryono, mengonfirmasi pengerjaan fisik terus di kebut. Masih ada sekitar empat titik longsoran yang butuh perhatian serius dari dua unit ekskavator yang di kerahkan.
”Di perkirakan butuh waktu sekitar satu pekan lagi untuk menyelesaikan pembersihan,” ungkap Endro.
Tidak hanya soal evakuasi tanah, Endro juga menyoroti akar masalah yang kerap terlupakan yaitu pola tanam. Menurutnya, lereng curam yang di tanami kentang sangat rentan mengalami pergeseran tanah karena akarnya yang pendek.
”Ke depan kami berharap warga bisa mengubah pola tanam. Jangan lagi kentang, karena itu memicu longsor. Lebih baik di ganti tanaman keras seperti kopi yang akarnya lebih kuat menahan tanah,” tegasnya. (**)


