Pemprov Jateng Cetak Pemandu Gunung Profesional, Bidik Maraknya Wisata Alam

“Ini peluang besar. Potensi wisata gunung kita tinggi, tapi belum diimbangi jumlah pemandu profesional,” katanya.

Menurutnya, lulusan pelatihan memiliki peluang kerja terbuka lebar. Pada batch pertama 2025, sebagian peserta telah terserap di berbagai penyelenggara wisata alam.

Dari sisi pendapatan, pemandu gunung di Jawa Tengah bisa memperoleh penghasilan antara Rp 350 ribu hingga Rp 650 ribu per hari, tergantung durasi dan tingkat kesulitan pendakian.

Pelatihan ini membekali peserta dengan berbagai keterampilan teknis, mulai dari pelayanan tamu, teknik mendirikan kemah, navigasi, pengetahuan keanekaragaman hayati dan budaya, hingga kode etik profesi.

BACA JUGA :  Tolak Titip Jabatan Ahmad Luthfi Tegaskan Sistem Merit Jateng

Salah satu peserta, Endang Pratiwi, mengaku pelatihan ini menjadi peluang untuk meningkatkan taraf hidup. Selama ini ia bekerja sebagai porter lepas.

“Saya ingin naik level jadi pemandu, bukan hanya porter,” ujarnya.

Peserta lain, Mufni, asal Belik, Pemalang, juga berharap keterampilan yang didapat dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Selain melayani pendaki, saya juga ingin berbagi ilmu dan pengalaman,” katanya.

Dengan langkah ini, Pemprov Jateng tak hanya menggenjot sektor pariwisata, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat. (**)