Ia menambahkan pemerintah mengawal percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) serta menyiapkan solusi hunian tetap (huntap). Tantangan muncul karena satu rumah terdampak dapat di huni lebih dari satu kepala keluarga.
“Kami akan mencarikan solusi, karena satu rumah bisa di huni dua hingga lima kepala keluarga. Selain itu, lahan yang tersedia belum di rekomendasikan BMKG karena masih labil. Kami memastikan lokasi yang tepat dan aman bagi masyarakat,” tutupnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud menambahkan pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian huntara sebelum Lebaran. “Kami bekerja keras agar huntara yang di bangun di Desa Capar, Jatinegara, segera selesai dan dapat difungsikan sebelum Lebaran,” tuturnya.
Sementara itu, pengungsi Waydi Supratman berharap pembangunan hunian segera di realisasikan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. “Kami berharap pembangunan hunian di percepat, baik sementara maupun permanen, karena Ramadan segera tiba dan tentu menyedihkan jika Lebaran masih di pengungsian,” ucapnya.
Ia bersyukur kebutuhan makanan di pengungsian tercukupi. “Mulai dari makanan, pakaian, hingga minuman tersedia,” imbuhnya. (**)


