Brebes  

Pemudik Motor Waspadai Angin Kencang Saat Melintas di Jalingkut Brebes-Tegal

BREBES, smpantura – Para pemudik sepeda motor perlu memaspadai potensi munculnya angin kencang saat melintas di Jalur Lingkar Utara (Jakingkut) Brebes-Tegal. Jalan sepanjang 17 kilometer itu merupakan salah satu jalur mudik dan balik di Kabupaten Brebes dan Kota Tegal.

Pantauan di lapangan, angin di Jalingkut ini cukup kencang. Bahkan, mampu menggoyangkan sepeda motor yang sedang melaju. Kondisi pemudik yang lelah dan terjangan angin kencang itu bisa memicu terjadinya kecelakaan.

Angin di Jalingkut ini cukup kencang karena kondisi jalur yang berada di tengah areal persawahan dan tambak warga. Sehingga, tiupan angin langsung mengenai kendaraan.

“Kalo siang hingga sore, angin di Jalingkut ini sangat kencang. Kalau tidak hati hati, pengendara motor bisa celaka,” ungkap Samsyul (40), salah seorang pengendara motor warga Wansari, Brebes.

BACA JUGA :  Perkuat Stok Darah di Bulan Ramadan, PMI Brebes Gelar Donor Darah Massal

Jalingkut selama ini juga masuk dalam peta rawan kecelakaan. Bahkan, juga salah satu jalur tengkorang di wilayah Brebes. Itu karena kerap terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut.

Hingga H-8 Lebaran, terpantau Jalingkut masih didominasi kendaraan berat. Untuk kendaraan pemudi belum terpantau melintas.

Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi mengatakan, berdasarkan data Dinas Perhubungan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret 2026. “Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026,” ungkapnya. (**)