Slawi  

Penanganan Bencana Hidrometeorologi 2026, Pemkab Tegal Prioritaskan Guci 

Sementara itu, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan bencana di Guci telah menjadi perhatian nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan dalam waktu dekat.

“Kemendagri telah berkomunikasi intensif dengan kita dan dijadwalkan turun langsung ke Guci dan Cacaban pada 3 Februari mendatang. Ini momentum penting, bukan hanya untuk perbaikan darurat, tetapi untuk menata ulang master plan kawasan Guci secara menyeluruh,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menyoroti keterbatasan armada alat berat yang dimiliki daerah dan mendorong penyusunan proposal bantuan yang konkret. Alat berat yang ada saat ini banyak yang telah rusak atau masih pinjaman dari Provinsi.

Terkait sektor irigasi, Wakil Bupati mengungkapkan adanya peluang pendanaan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPR RI dan ada peluang dana sekitar Rp5 miliar. Harapannya bisa difokuskan untuk bendung-bendung utama yang terdampak berat, seperti Bendung Bawangan, Kemaron, atau Koyal agar pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pertanian, bisa segera berjalan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Wow, Program KB Kabupaten Tegal Raih Penghargaan Tingkat Jawa - Bali

Dalam rapat tersebut, Kepala Disporapar Akhmad Uwes Qoroni melaporkan kondisi terkini kawasan wisata Guci. Ia menyebutkan Pancuran 13 dan Pancuran 5 mengalami kerusakan total dan belum dapat di fungsikan, sementara beberapa area wisata lainnya masih dalam tahap pembersihan material pascabencana.

“Kami juga menghadapi kendala pasokan air bersih untuk hotel. Hotel Gulala dan Joglo Ageng masih bertahan dengan suplai air tangki, sedangkan Hotel Duta Wisata terpaksa ditutup sementara karena pipa airnya terputus total,” paparnya.