“Ini bukan sekadar posisi organisasi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan komitmen untuk memajukan BPR-BPRS di wilayah DPK Tegal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Ismiyanto menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus sebelumnya serta mengajak seluruh anggota Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi demi kemajuan industri BPR-BPRS di wilayah tersebut.
Dalam waktu dekat, kami akan menginisiasi rapat konsolidasi bersama seluruh pengurus dan anggota Perbarindo DPK Tegal. Forum ini menjadi langkah awal untuk merumuskan arah kerja bersama, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, membuka peluang-peluang bisnis yang lebih luas, hingga membahas berbagai tantangan, permasalahan, dan isu-isu strategis yang sedang dihadapi industri BPR-BPRS saat ini.
Dan sebagai langkah awal, kami akan membentuk POKJA Non Performing Loan (NPL) sebagai tindak lanjut arahan dan amanah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal agar BPR-BPRS dapat berkolaborasi dalam mencari solusi penanganan kredit bermasalah.
Struktur POKJA NPL terdiri dari Dadan Hardiana Agustina (Perumda Bank Brebes) sebagai Ketua, Aji Wijayanto (BPR Arismentari Ayu) sebagai Sekretaris (sekaligus Sekretaris Perbarindo DPK Tegal) serta Maya Indra Mulyani ( BPR Central Artha) bagian Ligitasi dan Non Ligitasi, Pokja NPL sebagai wadah kolaborasi BPR-BPRS dalam berbagi strategi penanganan dan penyelesaian kredit bermasalah.
Terpilihnya Dadan sebagai ketua Pokja NPL oleh pengurus baru adalah pertimbangan bahwa ditangan Dadan, Perumda Bank Brebes berhasil menurunkan angka NPL sehingga berdasarkan pengalaman tersebut diharapkan bisa membantu penurunan NPL di Wilayah Karesidenan Pekalongan dengan tujuan akhir adalah membentuk BPR yang lebih sehat dan kuat.


