“Ketika masih menjadi mahasiswa, tugasnya adalah belajar. Tapi ketika sudah menjadi alumni, cara berpikirnya adalah memberi kontribusi untuk masyarakat. Untuk itu, jejaring alumni Unsoed yang tersebar di berbagai latar belakang harus terlibat menjadi bagian solusi dengan aksi-aksi kolaborasi yang di lakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penting di setiap jejaring alumni ada orang-orang yang menjadi pionir untuk terus menggalang, menyatukan dan menyemangati agar semangat kolaborasi terimplementasikan. Kolaborasi bisa di mungkinkan kalau ada forum yang menjadi penyambung komunikasi antar alumni di berbagai sektor.
Kholik mencontohkan, di beberapa jaringan alumni Unsoed sudah ada yang menginisiasi kolaborasi di bidang ekonomi seperti pendirian kafe, koperasi, tempat kuliner, bimbingan belajar dan lainnya. Inisiatif-inisiatif seperti ini sangat bagus dan di harapkan bisa terus di kembangkan. Kolaborasi alumni juga bisa di lakukan di bidang keahlian, sampai politik dan birokrasi.
”Sambungkan simpul-simpul yang bisa dikolaborasikan. Di Kabupaten Batang saat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kehadiran KEK membuka banyak sekali peluang. Teman-teman alumni Unsoed di Pantura Barat diharapkan melakukan kolaborasi yang mengarah ke usaha bersama misalnya di tengah kehadiran KEK Batang,” tuturnya.
Kholik juga menegaskan, dirinya akan memberikan dukungan jika ada aksi kolaborasi dari jejaring alumni Unsoed baik dalam kapasitas dirinya sebagai Ketua Pengurus Pusat KA Unsoed maupun sebagai anggota DPD RI. Baginya, alumni Unsoed harus menjadi bagian dari solusi, inspirasi, dan penggerak kemajuan dimanapun mereka berada.


