Batang  

Pertumbuhan Ekonomi Batang Tertinggi Kedua di Jateng, IPM Terus Naik

SERAHKAN DOKUMEN: Bupati Batang M Faiz Kurniawan (kedua dari kiri) menyerahkan dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2025 pada Ketua DPRD Suudi dalam rapat paripurna yang digelar Selasa, (31/3).

”Meskipun terus meningkat, capain ini masih dibawah capaian Provinsi Jawa Tengah sebesar 74,47% dan capaian nasional sebesar 75,90%. Hal ini menunjukan upaya percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia masih perlu diperkuat, khususnya pada aspek pendidikan,” tuturnya.

Faiz menambahkan, angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 9,13% di tahun 2020 menjadi 7,79% pada tahun 2025, lebih baik dibandingkan rata-rata Jawa Tengah dan Nasional. Secara umum, capaian ini mencerminkan efektivitas upaya penanggulangan kemiskinan dan perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat, meskipun diperlukan penguatan berkelanjutan untuk menjaga konsistensi penurunan kemiskinan.

”Capaian prosentase penduduk miskin Kabupaten Batang 2025 jika dibandingkan dengan kabupaten/kota sekitar Batang hanya dibawah Kota Pekalongan 6,14% dengan jumlah penduduk miskin 19,5 ribu jiwa. Dan berada di atas Kabupaten Banjarnegara 13,28% dengan penduduk miskin 124,7 ribu jiwa, Kendal 8,40% dengan jumlah penduduk miskin 83,7%, dan Kabupaten Pekalongan 8,05% dengan jumlah penduduk miskin 73,8 ribu jiwa,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dukung Kemandirian Pangan, Lapas Batang Panen Kacang Tanah

Terkait pelaksanaan APBD 2025, Faiz menyampaikan, Pemkab Batang mencatatkan realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 2,03 triliun atau 103,92% dari target. Capaian ini didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target hingga 112,26%.

Secara keseluruhan, kinerja urusan pemerintahan di Kabupaten Batang sepanjang tahun 2025 masuk dalam kategori ”sangat tinggi”, dengan beberapa urusan mencatatkan capaian luar biasa, di antaranya urusan pertanian 247,81%, kearsipan 186,41%, kepemudaan dan olahraga 186,00%, serta perindustrian 181,01%.