Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melesat Ke 5,89%

Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 12,98 triliun (56,40%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 10,04 triliun (43,60%).

Investasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mencapai 92.000 orang dengan total 24.957 proyek.

Secara sektoral, aliran investasi masih di dominasi industri pengolahan, termasuk industri karet dan plastik, mesin dan elektronik, serta sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.

Dari sisi asal negara, investor utama berasal dari Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, yang mencerminkan tingginya kepercayaan global terhadap daya saing Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89% merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat, yakni dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

BACA JUGA :  Jateng Sambut 17,7 Juta Pemudik, Pastikan Kondisi Jalan Aman Dilalui

“Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen,” ujarnya.

Ia menambahkan, menguatnya investasi menjadi indikator penting meningkatnya kepercayaan terhadap Jawa Tengah sebagai daerah yang kondusif untuk berusaha, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan.

“Kami akan terus menjaga sinergi ini agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas, inklusif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ahmad Luthfi. (**)