Kegiatan santri dimulai sejak dini hari. Pada pukul 03.30 WIB, para santri melaksanakan qiyamul lail berjamaah, dilanjutkan salat Subuh, aurod atau mujahadah serta murojahah hafalan.
Setelah itu santri mengikuti ngaji Al-Qur’an binnadzor sebelum memulai aktivitas sekolah formal.
Sementara pada sore hari setelah salat Asar diadakan ngaji kitab bandongan dan setelah Magrib para santri menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Kegiatan madrasah diniyah juga dilaksanakan setiap malam setelah salat Isya.
“Karena santri juga mengikuti sekolah formal, kami menyediakan waktu khusus belajar malam mulai pukul 21.30 sampai 22.00 WIB,” jelas Zamzami.
Selain kegiatan keagamaan, pesantren juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat santri.
Di antaranya latihan khitobah atau ceramah, rebana atau hadroh, seni tilawah Al-Qur’an, hingga latihan bela diri Pagar Nusa yang dilaksanakan setiap Minggu pagi.
Kegiatan tersebut dimaksudkan agar para santri tetap aktif dan tidak hanya fokus pada kegiatan belajar di kelas.
Dalam bidang prestasi, pesantren ini juga telah menorehkan berbagai capaian, di antaranya Juara I Hadroh Pospeda Jawa Tengah 2019, Juara III Hadroh Pospenas Nasional 2019 serta berbagai prestasi di bidang olahraga dan akademik seperti Olimpiade Jurmiyyah tingkat Kota Tegal dan ajang Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda).
Ustazah Berlian M.A menambahkan, metode hafalan Al-Qur’an dilakukan secara bertahap dengan menekankan murojahah atau pengulangan hafalan agar santri benar-benar kuat dalam mengingat ayat.
“Setiap santri mengulang hafalan sebelum disetorkan. Jika sudah satu juz, akan disimak bersama. Misalnya sudah lima juz, maka diulang lagi dari juz satu sampai lima,” kata Berlian.


