“Perbaikan negeri ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak di mulai dari perbaikan diri sendiri. Ramadan mengajarkan kita untuk dekat dengan Allah tanpa perantara,” jelas Ustadz Ghusni.
Beliau juga mengajak jamaah untuk membentengi diri dari delapan penyakit mental dan spiritual yang dapat menghambat prestasi hidup. Yaitu: gelisah, sedih, lemah, malas, kikir, pengecut, terlilit utang, dan di kuasai oleh orang/bangsa asing.
Kajian tersebut di tutup dengan pesan kuat mengenai kedisiplinan beribadah. Ia juga mengingatkan keutamaan menjaga salat berjamaah selama 40 hari tanpa terputus. Sebagai sarana pembebasan dari siksa api neraka dan pembersihan diri dari sifat munafik. (**)


