Batang  

PMI Batang Targetkan Raih Sertifikat CPOB 

Jika sertifikasi ini berhasil diraih, PMI Batang tidak hanya menjamin keamanan darah, tetapi juga mampu memproduksi plasma yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Plasma ini bisa digunakan untuk obat-obatan tertentu.

”Saat ini dari Banyumas dan Surakarta, plasma tersebut dikoordinir oleh PMI pusat untuk dibawa ke Korea. Kita sendiri saat ini belum bisa melakukan itu,” ungkapnya.

Meski fokus pada peningkatan infrastruktur medis, PMI Batang memastikan program kemanusiaan tetap berjalan di tahun 2026. Program unggulan seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tetap menjadi prioritas. Tahun 2025, dari rencana 30 rumah, bisa terealisasi 33 rumah untuk yang reguler.

BACA JUGA :  Prioritaskan Kesejahteraan dan Pendidikan, Fallas - Ridwan Siap Implementasikan Tiga ''Kartu Sakti''

PMI juga memiliki program bantuan non reguler, misalnya rumah tertimpa pohon, PMI membantu di kisaran Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Selain itu, PMI berkomitmen tetap hadir dalam penanganan masalah sosial lainnya, mulai dari pendampingan keluarga stunting hingga membantu akses pengobatan bagi warga kurang mampu ke rumah sakit.

”Dengan perpaduan penguatan standar medis CPOB dan konsistensi di jalur sosial, PMI Batang berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar layanan kemanusiaan ini semakin profesional dan luas jangkauannya,” tuturnya. (**)