“Kami meminta pengurus di kabupaten/kota rutin melaksanakan rapat pleno, karena pada bulan Februari ini di perkirakan masih puncak musim hujan, dan akan berakhir pada awal Maret. Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi,” ujarnya.
Dalam laporannya, Sarwa menyampaikan, selama tahun 2026, PMI telah menggalang donasi uang untuk Brebes sebesar Rp 190, 5 juta, untuk tanah gerak Sirampog, dan Rp 33 juta untuk longsor Majenang. Sedangkan pada longsor Banjarnegara, terkumpul dana Rp 186,5 juta untuk Kalibening, dan Rp 100 juta untuk longsor Pandanarum.
PMI Jawa Tengah, lanjutnya, juga turut serta memfasilitasi penggalangan donasi untuk bencana di luar daerah. Salah satunya, di lakukan pada bencana Aceh – Sumatera Utara beberapa waktu lalu, dengan total dukungan dana senilai Rp 2,78 miliar.
Sarwa juga mengemukakan, laporan keuangan PMI Jawa Tengah senantiasa melalui update oleh akuntan publik. Berdasarkan hasil audit masa kerja tahun 2025, telah di sampaikan data wajar.
Pada kesempatan tersebut, PMI Jateng juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada PMI kabupaten/kota, dan bantuan untuk lembaga masyarakat. Bantuan berupa peralatan di berikan kepada kabupaten Cilacap yang menggalang dana terbesar selama Bulan Dana PMI 2025, yakni Rp 3,5 miliar. Di susul Kota Semarang, senilai Rp 3,1 miliar. (**)


