PMI Kabupaten Pemalang Fokus Evakuasi dan Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang

PEMALANG, smpantura – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Gunung Slamet pada Sabtu dini hari (24/01/2026) memicu banjir bandang yang menerjang sejumlah titik di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Bencana ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur, memaksa puluhan warga mengungsi, dan memakan satu korban jiwa.

“Banjir yang membawa material lumpur dan kayu di laporkan menutup akses jembatan di Desa Penakir dan merusak beberapa fasilitas umum. Data sementara menunjukkan satu orang warga laki-laki di temukan meninggal dunia di sekitar Jembatan Dukuh Tretep Sima, Moga. Dan telah di evakuasi ke RSI Moga,” ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah.

Ia mengatakan, sejak menerima laporan pada pukul 00.25 WIB, PMI Pemalang langsung menerjunkan tim assessment dan evakuasi ke lokasi kejadian. Di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Pemalang, relawan PMI berjibaku menembus akses yang terputus untuk menjangkau warga terdampak. Sebanyak 56 jiwa dari Dusun Sigemblog, Desa Penakir, terpaksa mengungsi. Berdasarkan data terbaru, para pengungsi yang terdiri dari 43 dewasa dan 13 anak-anak kini tengah dalam proses pemindahan ke titik pengungsian utama di Kantor Kecamatan Pulosari untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Kirab Prasasti hingga Pementasan Wayang Kulit Rangkaian Peresmian Gedung Yayasan Roda Kendali Mengori

Sabtu pagi (24/1), PMI Pemalang kembali bergerak ke lokasi untuk menyerahkan bantuan logistik darurat. Bantuan berupa paket kebersihan (sabun, pembalut, pampers), dan perlengkapan tidur (selimut, sarung, handuk). Hingga bahan pangan (beras, mi instan, biskuit, dan lauk pauk) di serahkan langsung kepada Kepala Desa Penakir dan Camat Pulosari.