Ia mengatakan, meski distribusi terus berjalan, medan yang di tempuh para relawan tidaklah mudah. Nurpujianto, salah satu petugas dan relawan PMI yang terjun langsung dalam proses dropping air, mengungkapkan tantangan besar yang di hadapi tim di lapangan.
Kendala utama saat ini adalah akses jalan. Masih banyak jembatan yang terputus akibat terjangan banjir bandang, sehingga armada tangki air harus mencari rute alternatif yang lebih jauh atau lebih sempit untuk sampai ke titik pengungsian dan pemukiman warga. Namun, itu tidak menyurutkan semangat teman-teman relawan demi membantu warga yang membutuhkan.
Selain air bersih, PMI juga merilis catatan harian distribusi nasi bungkus yang menunjukkan tren fluktuatif sesuai kebutuhan di lapangan. Hingga saat ini, personel PMI masih bersiaga di Posko Induk Penanggulangan Darurat Bencana (TDB) untuk memantau perkembangan situasi dan merespons kebutuhan mendesak masyarakat secara berkala. (**)


