“Iya, harus bisa. Saya sepakat semua. Saya titip agar atlet-atlet kita di jaga dan di lindungi betul. Koordinasikan dengan Dispora apa yang di butuhkan,” tegas Ahmad Luthfi.
Kepala Dispora Jateng, Masrofi, menambahkan, Porprov 2026 menjadi bagian penting dari persiapan menuju PON 2028 sekaligus ajang konsolidasi seluruh cabang olahraga di provinsi tersebut.
“Dan yang terpenting adalah kolaborasi antara pemerintah, KONI, dan pelaku usaha agar penyelenggaraan berjalan baik, lancar, dan optimal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga menyiapkan apresiasi bagi atlet berprestasi melalui pemberian tali asih pada 5 Maret 2026. Penghargaan itu di berikan kepada peraih medali di ajang SEA Games Thailand, Popnas, dan Peparnas. Sementara atlet penyumbang medali ASEAN Para Games akan menerima apresiasi pada tahap berikutnya.
Dengan mesin organisasi mulai dipanaskan dan dukungan politik telah dikunci, Jawa Tengah kini bukan hanya bersiap menjadi tuan rumah pesta olahraga provinsi, tetapi juga memasang ancang-ancang tampil sebagai panggung utama olahraga nasional pada 2032. (**)


