SLAWI, smpantura – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal bersama berbagai organisasi kesehatan menyiagakan personel di lima titik posko strategis untuk menjamin akses pengobatan bagi para pengungsi dan santri di posko pengungsian Desa Padasari.
Posko kesehatan ini beroperasi sejak awal bencana, yakni di Ponpes Al-Adalah 2, Kamal, rumah bidan desa, rumah Kades Padasari dan Penujah.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Tegal sekaligus Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, R Siti Iva Rifda Chomsiyah, menjelaskan bahwa pelayanan ini melibatkan kolaborasi masif dari berbagai Puskesmas, klinik swasta, serta Rumah Sakit negeri maupun swasta.
“Sistem penjagaan kami bagi menjadi beberapa shift. Di sini (Al-Adalah 2) satu shift, sedangkan posko lain mayoritas menggunakan skema tiga shift selama 24 jam, guna memastikan warga di pengungsian tetap sehat,” ujar Siti Iva saat di temui sedang berjaga di Posko Ponpes Al-Adalah 2, Senin (23/2).
Fasilitas
Meski fasilitas di posko hanya di peruntukkan bagi penanganan kasus ringan dengan obat-obatan sederhana, tim medis tetap melakukan tindakan proaktif. Selain berjaga di posko, petugas juga menerapkan sistem “Jemput Bola” dengan berkeliling ke titik-titik pengungsian.
“Kami tidak hanya menunggu. Ada tim yang tetap jaga di posko, dan ada tim yang keliling memantau kondisi warga secara langsung,” tambahnya.
Pada piket Senin (23/2) di Ponpes Al-Adalah 2, tim dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menangani enam santri yang mengeluhkan kondisi kesehatan, termasuk satu santri yang mengalami luka bakar ringan akibat terkena air panas. Selain luka fisik, petugas juga mewaspadai potensi penyakit diare yang kerap muncul akibat perubahan pola makan, terutama selama bulan Ramadan.


