Tegal  

Proyek Depo Tegal Dikebut Rumah Warga Panggung Ikut Terancam

Deputi Pengamanan Objek Vital PT KAI Daop 4 Semarang, Kompol Supriyanto, menjelaskan rencana pengembangan implasemen Stasiun Tegal kepada warga Kelurahan Panggung, Kamis 15 Januari 2026.

TEGAL, smpantura – Percepatan proyek pengembangan Depo Tegal oleh PT Kereta Api Indonesia, berimbas langsung pada permukiman warga di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.

Puluhan rumah yang berdiri di atas lahan aset PT KAI kini berada dalam posisi terancam harus di kosongkan.

Kondisi tersebut di sampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang di gelar PT KAI Daerah Operasional atau Daop 4 Semarang di Balai Kelurahan Panggung, Kamis 15 Januari 2026.

Lurah Panggung Rokhiman mengatakan, wilayah yang masuk dalam rencana penataan berada di RW 07, tepatnya RT 17 dan RT 18.

Di dua RT tersebut terdapat 29 bangunan warga yang berpotensi terdampak langsung pengembangan kawasan depo.

“RT 17 terdapat 24 bangunan, sedangkan RT 18 ada lima bangunan. Seluruhnya berada di lahan milik PT KAI,” kata Rokhiman.

Manajer Penjagaan Aset PT KAI Daop 4 Semarang, Rifialda menjelaskan, proyek tersebut berkaitan dengan penataan implasemen Stasiun Tegal serta optimalisasi fungsi Depo Tegal.

BACA JUGA :  Guru SMK Dibekali Pelatihan Spreadsheet dan Komputer dengan Aplikasi MYOB

Area yang saat ini di tempati warga akan di fungsikan sebagai jalur operasional.

“Lokasi itu akan di gunakan sebagai akses keluar masuk alat berat dan jalur distribusi BBM. Jika tetap di lalui permukiman, risiko keselamatan cukup tinggi,” ujar Rifialda.

Rencana

Menurut Rifialda, pada tahap awal terdapat sekitar 28 rumah yang masuk dalam rencana sterilisasi.

Namun ke depan tidak menutup kemungkinan jumlah terdampak akan bertambah seiring perluasan kebutuhan proyek.

“Penertiban di lakukan bertahap. Untuk warga yang terdampak telah di lakukan pendataan, termasuk perhitungan ongkos bongkar,” jelas Rifialda.

PT KAI menargetkan pengosongan area dapat di lakukan sebelum bulan Ramadan.