Hal ini menyusul rencana di mulainya pekerjaan fisik ke arah depo serta percepatan jalur BBM dari jalan utama.
“Kebutuhannya mendesak karena proyek sudah berjalan. Karena itu perlu percepatan di lapangan,” ujar Rifialda.
Deputi Pengamanan Objek Vital PT KAI Daop 4 Semarang, Kompol Supriyanto, menambahkan bahwa pengecekan lokasi telah di lakukan sebelumnya.
Supriyanto menyebut, pekerjaan inti di targetkan mulai setelah Lebaran, sehingga proses pengosongan di rencanakan berlangsung saat bulan puasa.
“Sosialisasi ini penting agar pelaksanaan berjalan kondusif. Kami ingin warga memahami rencana ini dan tidak terjadi gejolak di kemudian hari,” kata Supriyanto.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Tegal Timur, Amin Suseno, mengungkapkan bahwa dampak pengembangan aset PT KAI di Kelurahan Panggung bukan hal baru.
Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu, satu RT bahkan telah hilang akibat proyek serupa.
“RT 19 sudah tidak ada lagi karena pengembangan. Beberapa kepala keluarga kemudian bergabung ke RT lain,” ujar Amin.
Hingga saat ini, koordinasi antara PT KAI, pemerintah daerah dan warga masih berlangsung. (**)


