Di jelaskan, kerja sama IKM Tegal dengan perusahaan besar akan menciptakan multiplier effect ekonomi lokal yang signifikan. Ketika IKM di libatkan sebagai bagian dari rantai pasok seperti subkontrak, penyedia komponen, pengemasan, atau jasa pendukung, maka perputaran uang terjadi di dalam daerah, bukan keluar wilayah.
“Pendapatan pelaku IKM meningkat, yang berdampak pada naiknya daya beli masyarakat, tumbuhnya usaha pendukung, dan daerah memperoleh penguatan PAD,” terang Supriyadi yang akrab di sapa Andi itu.
Di tambahkan, kerjasama juga akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Terlebih, tingkat pengangguran di Kabupaten Tegal cukup tinggi. Kerja sama IKM akan isangat relevan, karena IKM adalah penyerap tenaga kerja terbesar dan paling cepat di banding industri besar. Ketika perusahaan besar memberikan order berkelanjutan, maka kapasitas produksi IKM meningkat. Hal itu juga dibarengi dengan kebutuhan tenaga kerja lokal.
“Kerja sama tidak hanya soal order, tetapi juga transfer pengetahuan dan keterampilan, yang sangat penting bagi pembangunan jangka panjang daerah,” pungkasnya. (**)


