BREBES, smpantura – Puluhan profesor dan guru besar asal Kabupaten Brebes siap menyumbangkan ide dan pemikirannya untuk kemajuan tempat kelahirannya. Kesiapan itu mereka sampaikan dalam silaturahmi dan diskusi Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes di Aula lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), kemarin.
Dalam silaturahmi dan diskusi itu, para guru besar dan dosen tersebut juga menyampaikan sejumlah gagasan dalam upaya percepatan pembangunan di Kota Bawang. Gagasan tersebut disampaikan langsung dihadapan Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin.
Pj Bupati Urip Sihabudin mengakui, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Brebes masih tertinggal dengan daerah lain. Termasuk, terkait penanganan kemisikinan ekstrem dan tingginya kerusakan infrastruktur juga harus mendapat perhatian serius. Kendati demikian, persoalan IPM itu hendaknya jangan ditakuti, tetapi menjadi tantangan dan pemicu untuk dibuktikan dengan pembangunan yang nyata. “Kami yakin dengan bersepakat dan bergotong-royong dengan seluruh stakeholder mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di Brebes,” ujarnya.
Menurut dia, permasalahan sangat besar itu tidak mungkin diselesaikan secara sendiri-sendiri. Namun, harus dipikul bersama termasuk pemikiran dan sumbangsih ilmu para profesor dan guru besar putra Brebes ikut andil menyelesaikan permasalahan di Brebes. “Hari ini kita mencoba melangkah dengan silaturahmi dan diskusi untuk melangkah 5 tahun ke depan dengan cerita, dan agenda serta ide-ide rencana baru,” tandasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ide dan rencana pembangunan 2022-2026 sudah disepakati bersama stakeholder, termasuk telah melalui kajian teknokratik dari Pemkab Brebes ditambah lagi pemikiran dari DPRD kabupaten Brebes. Dalam langkah ke depan, tentu harus sesuai dengan visi yang telah disepakati bersama, yakni Brebes Madani Maju dan Sejahtera.