Puluhan Ribu Umat Ramaikan Borobudur saat Waisak 2026

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Waisak sebenarnya sudah di mulai sejak awal Mei. Namun, agenda besar akan berlangsung pada 23-24 Mei 2026 melalui bakti sosial kesehatan gratis di Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.

Ritual

Selain itu, ritual sakral tahunan juga akan di gelar, mulai pengambilan Api Dharma dari Api Abadi Mrapen pada 29 Mei hingga pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.

Salah satu perhatian utama tahun ini adalah perjalanan Bhikkhu Thudong dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer. Jumlah peserta thudong meningkat di banding tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal,” kata Karuna.

Puncak Waisak 2026 akan berlangsung pada 31 Mei. Berbeda dari tahun sebelumnya, detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada sore hari, tepat pukul 15.44 WIB.

BACA JUGA :  Program Speling Gubernur Ahmad Luthfi Telah Menjangkau 37 Ribu Warga

Prosesi di mulai sejak pagi dari Candi Mendut menuju Borobudur. Setelah detik-detik Waisak berlangsung, pelepasan lampion perdamaian akan di gelar dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB dan di lanjutkan sendratari pada malam hari.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendukung penuh penyelenggaraan Waisak Nasional 2026. Menurutnya, Waisak bukan hanya perayaan spiritual umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi dan persatuan bangsa.

“Waisak menjadi simbol kuat moderasi beragama dan persatuan,” ujarnya. Gubernur akan hadir dalam rangkaian kegiatan Waisak di Borobudur.

Selain di hadiri ribuan umat, puncak Waisak 2026 juga di jadwalkan di hadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Agus Harimurti Yudhoyono. Hadir juga Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar. (**)