“Pelayanan kebutuhan dasar warga terus berjalan. Saat ini terdapat empat dapur umum yang melayani para pengungsi, di siapkan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi,” ujar Bergas.
Terkait relokasi, Bergas menegaskan proses akan di lakukan secara bertahap setelah rekomendasi kesiapan lahan di terbitkan. Sejumlah langkah persiapan pun telah di lakukan, termasuk koordinasi lintas perangkat daerah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan DPU provinsi dan kabupaten untuk menyiapkan alat berat guna land clearing dan perataan lahan. Pekerjaan di lakukan simultan agar pembangunan bisa segera di mulai,” katanya.
Selain menangani bencana tanah gerak di Tegal, BPBD Jawa Tengah juga memperkuat penanganan banjir di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Di Kota Pekalongan, sebanyak 43 unit pompa, baik mobile pump maupun rumah pompa, telah di operasikan. Berasal dari BPBD Jateng, DPU Jateng, dan DPU Kota Pekalongan.
Sementara di Kabupaten Pekalongan, sembilan unit pompa di siagakan untuk mengurangi genangan banjir. Tambahan mobile pump dari BPBD Jawa Tengah yang berasal dari Solo, Pemalang, dan Demak juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak.
Banjir di Kota Pekalongan mengakibatkan 532 warga mengungsi di lima titik pengungsian. Adapun di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 662 kepala keluarga atau 1.901 jiwa mengungsi di 25 titik.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp 169,73 juta untuk Kota Pekalongan dan Rp 290,89 juta untuk Kabupaten Pekalongan. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, logistik, obat-obatan, vitamin, serta dukungan dapur umum dan nasi siap saji. (**)


