Dia mengatakan, banjir itu terjadi akibat peningkatan debit air Sungai Babakan. Hal itu menyusul intensitas hujan yang tinggi. Sehingga air meluap ke permukiman warga. Bahkan, laporan pada Bendung Cisadap berada di TMA 5,50 Meter.
“Dampak yang terparah, dialami Desa Karangmalang, Dukuhturi dan Buara. Di desa Karangmalang ada 770 rumah yang terendam. Di Desa Dukuhturi sebanyak 1.389 rumah dan di Desa Buara sebanyak 568 rumah,” terangnya.
Dia mengungkapkan, sebanyak 3 tim dari BPBD dengan jumlah 12 orang diterjunkan. Mereka bersama TNI, Polri dan Tim SAR gabungan turun untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam. Terutama, mereka yang lansia dan anak-anak. Sebab, banjir yang terjadi arusnya sangat deras.
“Kami semalam menyisir beberapa desa, dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Selain arusnya deras, ketinggian banjir juga cukup tinggi antara 50-100 sentimeter. Namun untuk saat ini, banjir sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah dari lumpur banjir,” pungkasnya. (**)


