BREBES, smpantura – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana alam.
Imbauan itu di sampaikan saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Bustanul ‘Arifin Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Bupati, intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir dapat meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor maupun kerusakan infrastruktur. Karena itu, masyarakat di minta lebih berhati-hati terutama yang tinggal di wilayah perbukitan atau daerah rawan bencana.
Bupati mencontohkan kejadian longsor yang baru-baru ini terjadi di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan. Longsor tersebut tidak hanya memutus jalan kabupaten ruas Cilibur–Plompong, tetapi juga menyeret bangunan MCK milik SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan hingga terbawa material longsoran.
“Dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem saat ini, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati agar terhindar dari risiko bencana,” ujarnya.
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Bupati Paramitha hadir bersama Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo serta sejumlah kepala OPD Pemkab Brebes. Rombongan melaksanakan salat tarawih berjamaah bersama warga dan santri di masjid pondok pesantren yang di asuh Kyai Agus Mudrik Kaelani Alhafidz atau Gus Mudrik.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an serta bantuan senilai Rp180 juta bagi fakir miskin dan dhuafa melalui Baznas dan PMI Kabupaten Brebes.
Bupati Paramitha juga menyampaikan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Wurja telah genap satu tahun. Ia memohon doa dan dukungan masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dalam mewujudkan visi Brebes Beres.


