TEGAL, smpantura – Lalu lintas di Jalan Setia Budi, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, tampak sedikit berbeda, Jumat, 10 April 2026.
Sejumlah pengendara melambat, bahkan menoleh ke arah sebuah bangunan berbalut layos merah mencolok.
Di sana, warga dari berbagai usia terlihat berduyun-duyun masuk.
Sekilas, suasananya menyerupai hajatan. Namun ternyata bukan pesta, melainkan Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tegal yang di sulap menjadi Dapur Marhaen.
Di halaman hingga bagian dalam gedung, aktivitas tampak sibuk. Meja-meja pelayanan kesehatan tertata rapi.
Petugas medis berjaga, sementara warga duduk antre menunggu giliran pemeriksaan. Satu per satu dipanggil.
Mereka menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah hingga asam urat. Beberapa ibu juga mengikuti layanan pap smear yang di sediakan.
Di sudut lain, pemandangan berbeda terlihat. Sejumlah tukang becak memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.
Ada pula pengepul rongsok yang datang dengan pakaian kerja seadanya. Mereka ikut mengantre, memanfaatkan layanan gratis tersebut.
Suasana terasa akrab. Warga saling berbincang, sesekali bercanda, sembari menunggu panggilan dari petugas kesehatan.
Usai pemeriksaan, alur kegiatan berlanjut. Warga diarahkan menuju meja prasmanan yang telah disiapkan panitia.
Makanan tersaji sederhana, namun hangat dan cukup bagi mereka yang datang.
Tak berhenti di situ, setiap warga yang pulang juga membawa bungkusan sembako.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, Edy Suripno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan sekaligus bentuk dukungan terhadap program pemerintah.
“Ini gotong royong. Kami ingin hadir langsung membantu masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun kebutuhan dasar,” ujar pria yang akrab disapa Uyip.


