“Semangat ini juga kami bawa untuk mengembangkan Desa Cempaka. Salah satunya menghidupkan ekonomi masyarakat dengan berdirinya Pasar Slumpring,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pasar Slumpring Desa Cempaka menjadi destinasi wisata favorit masyarakat Tegal dan sekitarnya. Pasar Slumpring yang berada di sebelah Tuk Mudal menjadikan perekonomian masyarakat terus meningkat. Pasar Slumpring yang buka hanya setiap hari Minggu, sangat unik karena menjajakan makanan tradisional. Tak hanya itu, alat tukar untuk membeli makanan di Pasar Slumpring juga unik karena menggunakan koin yang terbuat dari bambu. Setiap koin ditukar dengan uang Rp2.500. Hingga kini, Pasar Slumpring terus berkembang dengan jumlah pengunjung mencapai ratusan orang setiap Minggu, dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat Cempaka. (**)


