Sekda Jateng Dorong PKN Hasilkan Inovasi Kepemimpinan Adaptif

Pihaknya juga berkomitmen memasukkan materi ketahanan pangan melalui project learning. Sebagaimana hasil konsultasi dengan LAN, project learning yang mengusung ketahanan pangan akan dimasukkan dalam materi paling tidak satu atau dua JP (jam pelajaran) setiap pelatihan.

Ketahanan pangan, kata Uus, sapaan akrabnya, bukan hanya tentang kemampuan memproduksi bahan pangan di sekitar kita. Tetapi yang lebih penting adalah mindset-nya.

“Mindset ini ada di benak seluruh peserta sehingga nanti akan berdampak pada masyarakat di sekitarnya. Dan itu nanti input di dalam kurikulum,” lanjutnya.

Sekretaris Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Lutfi, membuka pelatihan ini. Dia berharap, PKN menghasilkan pemimpin yang bisa berinovasi, menggerakkan organisasi dan akseleratif dalam melayani masyarakat.

BACA JUGA :  Pemprov Jateng Gabungkan Sejumlah Dinas Terapkan SOTK Baru

“Pemimpin menjadi kunci utama untuk menegakkan integritas di suatu organisasi. Kami berharap karena nanti teman-teman ini adalah alumni dari BPSDM Jawa Tengah, mereka menjadi pemimpin leadership yang berintegritas sehingga bisa membangun integritas di organisasinya,” ujarnya.

PKN II Angkatan VII ini diikuti oleh 45 peserta yang memiliki jabatan pimpinan tinggi pratama. Selain berasal dari provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah, juga ada peserta dari Kejaksaan Republik Indonesia, dan Kementrian Tenaga Kerja. Peserta akan menempuh pelatihan mulai tanggal 7 April hingga 14 Agustus 2026. (**)