Sekda Jateng Sumarno mengatakan, lari merupakan olahraga yang sedang tren. Ia mengapresiasi Cabdin V yang telah memulai menginspirasi pola hidup sehat dengan lari. Kegiatan tersebut juga menjadi titik temu dan interaksi dengan orang lain sehingga dapat memperkuat kolaborasi guru dan tenaga pendidik di Cabdin V Boyolali-Klaten.
“Semoga ini menginspirasi pola hidup sehat bagi masyarakat Boyolali. Kami juga berharap seluruh satuan pendidikan tetap menggalakkan hari krida dengan olahraga di tempat masing-masing. Dan bisa di laksanakan tiap hari Jumat sehingga akan menjadi habit atau kebiasaan,” katanya.
Pola Hidup
Selain untuk membiasakan pola hidup sehat, kegiatan Fun Run tersebut juga menjadi salah satu sarana promosi wisata di daerah Selo. Di ketahui Selo berada di antara Gunung Merapi dan Merbabu sehingga memiliki kondisi geografis yang indah dengan udara yang masih sejuk. Hal itu sangat cocok untuk sport tourism.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin mengatakan satuan pendidikan yang berada di bawah Cabdin V Boyolali-Klaten terbilang bagus. Nuansa kondusif dan guyub yang terbangun dapat memberikan suasana yang aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
“Prestasinya oke. Kemarin seleksi nasional yang berbasis prestasi itu juga peringkat tiga terbanyak di Jawa Tengah. Prestasi anak-anak luar biasa, suasana juga kondusif, nyaman, dan situasi ini bisa menunjang prestasi ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, baik Sumarno maupun Sadimin juga menyinggung terkait program Sekolah Kemitraan yang di gagas Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng. Total ada 139 sekolah yang telah menjadi kemitraan dengan Pemprov Jateng. Dengan target 5.004 calon peserta didik dari keluarga kurang mampu maupun miskin.


