Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono mengatakan pembangunan jembatan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah daerah dan Polri dalam menyediakan layanan dasar masyarakat.
Menurut Hanung, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan dan jalan. Pada 2026, Jawa Tengah mengajukan sekitar 679 usulan jembatan kepada pemerintah pusat, mencakup jembatan penyeberangan orang, jembatan gantung, serta rehabilitasi jembatan di 35 kabupaten/kota.
“Usulan tersebut akan diverifikasi terlebih dahulu. Program ini berkesinambungan agar akses pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lancar,” ujar Hanung.
Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat perbaikan jalan provinsi serta berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pemprov Jateng turut mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar untuk perbaikan irigasi tersier sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. (**)


