“Semoga interaksi dengan aplikasi Si Polan ini bisa membawa pemudik suasana yang lebih akrab dengan Polri. Kami sudah mendesain chat-nya pun kami buat sesopan mungkin,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol M Pratama Adhyasastra menyampaikan kesiapannya dengan mendirikan 211 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu di tempat-tempat pelaksanaan transportasi umum dan pos terpusat yang berada di Kalikangkung.
Pihaknya membagi jalur jalan dalam lima klaster. Yaitu, jalur pantura, jalur tol, jalur tengah, jalur selatan-selatan, dan jalur selatan yang menghubungkan wilayah Jawa Timur dan wilayah Jawa Barat. Selain itu, terdapat 25 rest area. Baik rest area jalur A sebanyak 13 area yang menghubungkan wilayah Brebes, Sragen sampai dengan Klaten. Selain itu ada jalur B dengan 12 rest area yang menghubungkan Seragen dan Brebes.
Sejumlah persoalan sudah dipetakan. Antara lain, penertiban kendaraan sumbu tiga atau lebih sebagaimana SKB tanggal 13 Maret. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan saat pelaksanaan arus mudik.
Sebagaimana SKB KB tanggal 13 Maret yang lalu, akan diterapkan penerapan sistem one way nasional dan pelaksanaan sistem ganjil genap. Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 17 Maret 2026 mulai pukul 12 sampai dengan 20 Maret pukul 24.00.
Sedangkan kepadatan diperkirakan akan dimulai dari KM 70 ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek sampai dengan KM 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo.
Adapun arus balik diprediksi akan terjadi arus puncak di tanggal 23 Maret 2026 jam 12.00 sampai dengan Minggu 29 Maret pukul 24.00,mulai dari KM 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo sampai dengan KM 70 ruas Jalan Tol Cikampek.


