“Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen,” ujarnya.
Sejumlah skenario dalam rangka penciptaan pengamanan terutama kepadatan di Gertol Kalikangkung. Yang pertama, apabila situasi normal seperti dengan jumlah traffic di bawah 2.000 per jam.
Di mana volume kapasitas rasio masih 0,6 dengan kecepatan rata-rata diperkirakan 60 sampai 60 sampai 80 km/jam. Terdapat 16 pintu gate tol yang terhubung dari jalur barat ke timur dan timur ke barat masing-masing ada 8 tol.
Dalam kondisi ini tetap difungsikan normal dengan petugas tetap berjaga di dalam.
Namun apabila terjadi kendaraan padat, dimana jumlahnya mencapai 3.000 per jam, pihaknya akan mempersiapkan 7 gardu satelit dan petugas pelaksanaan patroli untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang semakin tinggi.
Jika terjadi emergency, di mana jumlah traffic di atas 3.000 per jam selama 3 jam berturut-turut, kecepatan sudah di bawah 20 km/jam. Pada kondisi tersebut, pihaknya mempersiapkan perlakuan one way lokal. Adapun pelaksanaan petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas. Pelaksanaan kegiatan one way lokal ditujukan untuk mendobrak dari KM 422 ke KM 442 Bawen.
Adapun pelaksanaan one way nasional, dipersiapkan kegiatan mulai dari Pejagan sampai dengan Kalikangkung. Perintah tersebut menunggu intsruksi dari Korlantas. Setelah itu, Polda Jateng akan melaksanakan sterilisasi ruas tol dari rest area mulai dari Brebes sampai dengan Kalikangkung.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Nasrullah memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi di tanggal 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik akan terjadi di tanggal 24 Maret 2026.


