“Sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat, pastikan anggota kita aman dan nyaman terlebih dahulu. Kalau petugas siap dan aman, pelayanan kepada pemudik juga akan maksimal,” tegasnya.
Berdasarkan evaluasi mudik tahun 2025, pemerintah melakukan sejumlah peningkatan pelayanan. Di antaranya penambahan kantong parkir dan fasilitas toilet di rest area tol, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta penambahan rambu portabel di jalur alternatif.
Selain itu, pemerintah juga memperluas penggunaan aplikasi pemantau arus lalu lintas agar masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi jalan secara lebih cepat.
Gubernur juga mengingatkan petugas untuk meningkatkan kewaspadaan di jalur selatan Jawa Tengah yang masih memiliki keterbatasan penerangan jalan.
“Petugas di jalur selatan harus lebih waspada karena penerangan masih minim. Perlu ditambah rambu penunjang agar pengendara tetap aman,” ujarnya.
Tak hanya jalur mudik, Luthfi juga meminta pengawasan diperketat di berbagai objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, hingga destinasi wisata yang diperkirakan akan dipadati masyarakat selama libur Lebaran.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kendaraan di terminal untuk memastikan keselamatan penumpang.
“Cek betul kendaraan atau bus di terminal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebutkan jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah tahun ini diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 13 juta pemudik.


