Lebih lanjut dia mengungkapkan, beberapa tahun terakhir menunjukkan sebagian daerah hasil pemekaran masih menghadapi tantangan. Terutama, dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara optimal. Sehingga pemekaran justru tidak membawa kemaslahatan untuk rakyat.
“Ketergantungan fiskal yang tinggi, keterbatasan kapasitas aparatur, hingga belum maksimalnya kualitas pelayanan publik menjadi pelajaran berharga menjadi pertimbangan dalam hal pemekaran. Pemerintah pusat maupun daerah tentu berupaya belajar dan memperbaiki arah kebijakan. Agar pemekaran ke depan tidak hanya menjadi pemisahan wilayah secara administratif. Tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini saya kira yang harus dipikirkan lebih matang,” pungkas Abah Labib. (**)


