Sowan ke Ulama Sepuh, Ahmad Luthfi Bawa Pulang “Kacamata Amanah” dan Petuah Rakyat

“Masalah kemiskinan kami cari akarnya, indikasinya apa saja, lalu kami tangani bersama. Pembangunan juga kami buat roadmap agar seluruh daerah fokus pada program yang sama,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam pertemuan itu, Mbah Munif juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya akses jalan Mranggen-Ungaran yang terputus akibat longsor. Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi memastikan akan segera melakukan pengecekan dan penanganan.

“Untuk jalan biar nanti dicek dulu, insyaallah kita selesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ahmad Luthfi lebih dulu sowan ke kediaman KH Fathurrohman Thohir di kompleks Ponpes Al-Ittihad, Poncol, Bringin, Kabupaten Semarang. Dialog berlangsung santai namun penuh substansi, melibatkan keluarga dan para santri.

Dalam diskusi tersebut, Kiai Fathurrohman menyinggung kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran. Ahmad Luthfi mengakui adanya kenaikan, terutama pada komoditas cabai, yang dipicu faktor musim tanam dan panen di tengah curah hujan tinggi.

BACA JUGA :  Dampak Nyata Program Irigasi Ahmad Luthfi: Petani Pekalongan Panen Lebih Baik dan Lebih Sering.

“Memang ada kenaikan harga, tapi tidak semuanya. Yang paling terasa cabai. Kami sudah lakukan intervensi agar harga bisa turun,” jelasnya. Ia juga memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok penting, sehingga stabilitas pasokan tetap terjaga.

Menutup rangkaian sowan, Luthfi menilai suasana Lebaran tahun ini terasa lebih tenang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut kondisi tersebut tak lepas dari meredanya tensi politik.

“Lebaran sekarang terasa lebih ayem, tidak kemrungsung,” ujarnya, yang disambut anggukan Kiai Fathurrohman.

Silaturahmi di penghujung Ramadan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi ruang refleksi sekaligus penguat arah kebijakan, bahwa kepemimpinan, seperti pesan para kiai, harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat. (**)