Standarisasi Elektoral : Menimbang Model TPS dalam Pilkades Serentak  

(Oleh: Bambang Mugiarto, Pemerhati Masalah Sosial-Politik dan Tata Kelola Desa) 

Karena perilaku politik masyarakat dalam Pilkades juga mencerminkan orientasi “psikobudaya” mereka terhadap kekuasaan, yang sering kali didominasi oleh budaya politik subjek atau kaula. Karena Pilkades sejatinya bukan sekadar kontestasi politik, tapi juga mekanisme seleksi kepemimpinan berbasis kedekatan sosial yang dipengaruhi mitos dan keyakinan spiritual beserta asal usul desanya.

Pada akhirnya, Pilkades bukanlah Pemilu dalam skala kecil. Ia adalah ruang demokrasi lokal yang memiliki logika, nilai, dan dinamika tersendiri. Menyeragamkan seluruh mekanisme hanya akan melahirkan demokrasi yang kaku dan berjarak dari masyarakatnya.

BACA JUGA :  Slentheng, Jamus Kalimasada, dan Iqro: Catatan tentang Sepinya Perpustakaan Daerah

Menjaga demokrasi desa berarti memahami desa itu sendiri. Dan dalam konteks itu, pendekatan yang kontekstual jauh lebih bijak daripada sekadar standarisasi. (**)