Untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan, Pemprov Jawa Tengah bersama Satgas Pangan terus melakukan pemantauan pasar. Kegiatan tersebut dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota serta berkolaborasi dengan Satgas Pangan Polri, Polda, hingga Polres di daerah.
“Pemantauan sudah dilakukan sejak sekitar satu minggu lalu dengan fokus pada komoditas beras. Hasilnya, hingga saat ini harga beras masih stabil dan tidak mengalami gejolak,” jelas Dyah.
Meski demikian, ia mengakui beberapa komoditas masih mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan daging sapi. Harga cabai di sejumlah daerah bahkan masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Sebagai langkah intervensi, Pemprov Jawa Tengah menyalurkan subsidi harga cabai melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng Agro Berdikari (JTAB). Pada tahap awal, sekitar tiga ton cabai disalurkan untuk membantu menekan harga di pasaran.
“Kami terus memantau daerah yang harga cabainya masih tinggi. Jika diperlukan, intervensi akan kembali dilakukan,” kata Dyah.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, Jawa Tengah merupakan salah satu tujuan utama arus mudik dan balik Lebaran di Indonesia. Tahun ini jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 17,7 juta orang, meningkat dari tahun lalu yang mencapai 13 juta orang.
Lonjakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pangan di Jawa Tengah hingga sekitar 3,49 persen.
Karena itu, Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus mengintensifkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.


