Brebes  

Sungai Keruh Banjir Besar Lagi, Kondisi Adisana Makin Parah

FOTO : Rumah roboh dan rusak akibat banjir besar Sungai Keruh di blok Kalker, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (4/2/2026) sore.

BREBES, smpantura – Kondisi Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, kian mengkhawatirkan setelah Sungai Keruh banjir besar pada Rabu (4/2/2026) sore. Banjir tersebut menyebabkan jembatan penghubung antarlingkungan ambles hingga ratusan kepala keluarga (KK) terisolasi.

Bahkan sehari sebelumnya, Selasa (3/2/2026), banjir Sungai Keruh di Desa Adisana telah lebih dulu merobohkan satu rumah warga. Rentetan kejadian ini memperparah dampak banjir dan mengganggu aktivitas serta kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami sekarang benar-benar terisolasi. Air bersih sudah sulit sejak kemarin, sekarang akses juga terputus,” ujar Umam (47), warga RT 03 Desa Adisana, Kamis (5/2/2026).

Kepala Desa Adisana melalui Sekretaris Desa, Winny Dian Puspitasari, mengatakan banjir bandang akibat luapan Sungai Keruh yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah memicu kerusakan beruntun dan berdampak luas terhadap kehidupan warga.“Benar, kondisinya semakin parah. Dampak banjir sangat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sekolah Terendam Banjir, Ratusan Siswa SMP di Brebes Terpaksa Belajar di Rumah

Peristiwa ini tercatat sebagai banjir besar keempat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir di wilayah Bumiayu.
Luapan Sungai Keruh menimbulkan kerusakan parah di empat desa, yakni Desa Adisana, Penggarutan, Dukuhturi, dan Kalierang. Sejumlah rumah warga rusak dan roboh, hektaran sawah terendam, serta infrastruktur jembatan mengalami kerusakan.

Di Blok Kalker, Desa Dukuhturi, derasnya arus banjir merobohkan dua rumah warga. Kedua rumah tersebut masing-masing milik Mail dan Marno. Material bangunan terseret arus, menyisakan puing di lokasi kejadian.
“Ada dua rumah roboh terbawa banjir. Masing-masing milik Bapak Mail dan Bapak Marno,” kata Sekretaris Desa Dukuhturi, Andi Kuswoyo.