BATANG, smpantura – Upaya penuntasan stunting di Kabupaten Batang memasuki babak baru. Setelah sekian lama diperjuangkan oleh para ahli kesehatan anak, bantuan Susu Pangan Medik Khusus (PMK) kini mulai didistribusikan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang.
Kehadiran susu tinggi kalori ini menjadi angin segar bagi orang tua yang memiliki balita dengan masalah gizi buruk maupun gizi kurang. Dokter Spesialis Anak RSUD Batang Tan Evi Susanti mengungkapkan, program ini merupakan buah perjuangan panjang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurutnya, kunci keberhasilan penanganan stunting adalah pelibatan dokter anak dalam menentukan alur penanganan medis yang tepat.
”Ini sebetulnya jawaban dari perjuangan kita di IDAI. Dulu dokter anak itu enggak pernah di ajak dalam program penurunan stunting, makanya enggak berhasil,” ujarnya, Kamis (8/1/).
Berbeda dengan susu pertumbuhan yang banyak beredar di pasaran. Susu PMK atau Pangan Medik Khusus ini tidak bisa di beli secara bebas. Evi juga menjelaskan, susu ini bersifat seperti obat yang harus melalui resep dokter. Karena memiliki kandungan kalori yang di hitung secara presisi sesuai kebutuhan medis anak.
”Susu PMK ini tinggi kalori. Mereknya seperti Infatrini atau Pediasure Complete. Itu sebetulnya harus sesuai dengan resep dokter, enggak bisa sembarangan di beli. Karena perhitungan berapa kalinya itu harus berdasarkan kalorinya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, selama ini, banyak pasien gizi buruk di RSUD Batang yang terkendala biaya untuk melanjutkan terapi nutrisi setelah pulang dari rumah sakit. Kita sudah obati, kasih edukasi, pasang selang makan (NGT), tapi lanjutannya gimana? Pasien mau beli sendiri juga harganya mahal. Makanya bantuan ini sangat penting.


