Taj Yasin Apresiasi Bunda PAUD Jateng

Partisipasi PAUD Naik dari 47 ke 53 Persen

“Angka putus sekolah di Jateng masih tinggi. Data yang saya terima setelah kami analisa, setelah kerja keras Bunda PAUD, di tahun 2025 ini luar biasa kenaikannya. Awalnya 47, sekarang 53 persen,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, jumlah anak usia dini di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.188.000 anak, sementara yang sudah terlayani PAUD baru sekitar 1.210.000 anak.

“Artinya kenaikan itu sebanding dengan jerih payah,” katanya.

Di akhir sambutan, Taj Yasin menegaskan apresiasi ini bukan ajang untuk saling membandingkan antardaerah, melainkan bentuk penghargaan atas kerja nyata di lapangan.

“Apresiasi ini adalah bentuk kepedulian kami kepada guru-guru PAUD yang sering mengeluh kurang diperhatikan,” ucap Yasin dalam doorstop.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, dan masyarakat terus diperkuat agar layanan PAUD di Jawa Tengah semakin merata dan berkualitas.

BACA JUGA :  Masyarakat Tegal Deklarasi Dukung Ahmad Luthfi Jadi Calon Gubernur Jateng

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I, dalam laporannya menyampaikan peningkatan partisipasi PAUD masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama dari sisi kelembagaan dan kebijakan.

“Selama 12 tahun Provinsi Jawa Tengah belum memiliki program kerja dan Peraturan Gubernur tentang PAUD integratif, serta anggaran untuk mendukung tugas,” kata Nawal.

Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap berkomitmen hadir bagi anak usia dini.

“Bukan berarti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hadir untuk anak usia 0–6 tahun. Ini adalah tugas panjang, tugas bersama,” ujarnya.

Nawal juga menyoroti rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD dan ketimpangan layanan di pedesaan. Berdasarkan data BPS, APK PAUD Jawa Tengah pada 2024 berada di angka 47,5 persen.