“Masih ada ketimpangan di pedesaan, serta kompetensi guru yang perlu terus kita tingkatkan,” ucapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan komitmen kebijakan dan anggaran, perluasan akses di wilayah pedesaan dan terisolasi, serta penguatan kualitas layanan melalui kemitraan semesta.
Nawal menekankan peran besar swadaya masyarakat dalam pengembangan PAUD, termasuk pemanfaatan layanan dasar.
“Di Jawa Tengah ada 49.149 posyandu. Ini bersumber dari swadaya masyarakat dan bisa meningkatkan akses PAUD tanpa menguras anggaran,” katanya.
Nawal menegaskan, apresiasi kali ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh guru PAUD agar terus berinovasi dan meningkat kreativitasnya sehingga tercipta PAUD yang holistik, integratif dan bermutu. (**)


