Melalui sentuhan para alumni, diharapkan semakin banyak kemajuan bagi pembangunan Jawa Tengah. Sebagai contoh, Kota Semarang, yang saat ini menjadi destinasi wisata dengan ikon Kota Lama.
Saat ini sudah tidak ada pemandangan kabel karena sudah menggunakan sistem tanam. Model ini juga sudah mulai diikuti oleh beberapa daerah, antara lain Purwokerto.
“Harapan kami juga nantinya bisa menular di Kabupaten Kota di Jawa Tengah ada 35 kabupaten,” kata Gus Yasin.
Sementara itu, Ketua Umum Alste Indonesia, Kukrit Suryo Wicaksono mengatakan, Go Alste merupakan terobosan yang akan dimanfaatkan untuk berbagi lintas alumni. Baik sharing kegiatan, informasi, foto, dan wirausaha.
“Karena di aplikasi Go Alste ini nanti akan dengan jelas semua terpampang siapa punya apa, siapa butuh apa, siapa pengin apa ada di aplikasi ini. Dan aplikasi ini kita persembahkan untuk teman-teman Alste Indonesia agar senantiasa solid dan bermanfaat untuk semua,” kata Kukrit.
Dia menegaskan, Alste Indonesia bukan sekadar organisasi alumni, tetapi juga memiliki sub organisasi. Alste Institute misalnya, berisi profesor, dosen, serta tokoh dan pakar. Mereka akan dapat berjumpa untuk membahas dan membawa solusi bagi permasalahan bangsa.
Selain itu, ada juga Alste Medika, yang menjadi wadah bagi bagi para dokter alumni SMAN 3 Semarang. Adapun Alste Akademika akan menjadi wadah bagi para rektor, dan profesor alumni yang berada di seluruh Indonesia.
“Semua ujungnya adalah membawa manfaat bagi kemajuan bangsa,” kata Kukrit.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan para guru SMAN 3 Semarang, dan diramaikan dengan bazar UMKM. (**)


