” Ini yang harus kita kawal nanti kita carikan solusinya. Di sini sebenarnya lahan luas, cuma masih belum direkomendasikan oleh BMKG dan ESDM, karena tanahnya sebagian masih labil. Sehingga kita bener-bener memastikan tanah yang pas,”imbuhnya.
Karena memasuki Ramadan, Wagub berpesan semua pengungsi yang muslim harus tetap menjalankan ibadah. Dia memastikan Biro Kesra untuk menyediakan tempat ibadah dan musala yang layak.
“Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka, insyaa Alloh sudah kita siapkan semuanya. Jadi harus tetap melakukan ibadah karena saya melihat di sini mayoritas juga punya majelis-majelis pesantren, agamis, sehingga mereka butuh tempat ibadah,”pesanya.
Dalam kunjungan itu, Wagub bersama isteri juga berdialog bersama pengungsi. Menanyakan kondisi dan memastikan layanan berjalan baik.
Wagub juga menyerahkan bantuan logistik, makanan, dan non permakanan dari PMI, BPBD Jateng, dan Dinas Sosial Jateng. Dari Dinas Kesehatan di serahkan bantuan obat dan vitamin, dari Disdik tas dan alat tulis, dari Dishanpan berupa beras Portivit 50 Kg, beras jagung 50 pcs, dan beras singkong 50 Pcs. Total bantuan dari pemerintah provinsi itu senilai Rp 239.315.923.
Sebagai informasi, tanah gerak mulai terjadi hari Minggu, 1 Februari 2026, dan paling parah terjadi Senin, 2 Februari 2026. Akibat hujan deras yang mengguyur di kawasan ini sejak beberapa hari terakhir. Mengakibatkan tanah dan jalan desa bongkah di sana sini. Bangunan ambruk. Sedikitnya 2.453 jiwa atau sekitar 596 KK mengungsi, dan 900 an rumah rusak.
Ada tiga lahan alternatif relokasi telah di siapkan. Di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, kabupaten Tegal. (**)


