Beliau juga menjelaskan bahwa integritas pondok harus terus dijaga untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Maka, pondok harus mampu merangkul semua elemen masyarakat, bahkan harus mampu memperluas jaringan dan merawat jaringan itu. Selama dua hari penuh, para kiai-kiai berdiskusi dan saling sharing dalam beberapa topik, baik yang bersifat internal maupun eksternal.
Diantara topik yang dibahas adalah tentang struktur pondok dan tupoksinya, sistem KMI dan pengembangan metodologinya, sistem kepengasuhanan bagi generasi Z, sistem pendanaan pesantren dengan instrumen funding, dan pengembangan SDM pesantren. Bahkan para peserta juga berkesempatan berdiskusi dan mendengarkan kuliah tentang perkembangan pendidikan dan isu-isu terkini dunia pendidikan bersama Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti, M.A. yang hadir secara pribadi untuk mengunjungi Pondok Modern Tazakka.
” Kegiatan tajamuk yang merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tiga bulan sekali akan terus dilaksanakan secara bergilir di pesantren-pesantren FPAG yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Karena kegiatan ini selalu menghasilkan ide dan gagasan penting bagi kemajuan pesantren dengan mengambil pengalaman antar pesantren,” ujar Ketua FPAG Jateng – DIY, Ustadz Baharudin, S.H., M.H. (**)