Tak Ingin Warga Boros Ongkos, Ahmad Luthfi Hadirkan Trans Jateng Magelang–Temanggung

“Ini komitmen bersama Magelang-Temanggung untuk merancang mobilitas warga yang lebih terhubung, nyaman, dan berkelanjutan. Lewat kolaborasi aglomerasi, transportasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan antarwilayah,” ungkap Damar.

Dukungan serupa juga di sampaikan Pemerintah Kabupaten Temanggung. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Temanggung, Saltiyono Atmaji, mengungkapkan, pihaknya siap mendukung dengan menyiapkan angkutan pengumpan (feeder) dari wilayah Temanggung menuju halte Trans Jateng Koridor Gelangmanggung.

Koordinasi

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah terkait rencana pembukaan koridor tersebut sejak pertengahan 2025.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Bekora Seputranto, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) di tiga wilayah. Ia menegaskan, kehadiran Trans Jateng tidak di maksudkan untuk mematikan atau menjadi pesaing bagi angkutan eksisting.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice Guna Cegah Korupsi Dana Desa

“Operator eksisting akan di libatkan sebagai operator Trans Jateng melalui pembentukan konsorsium, proses scraping, serta mengikuti lelang. Awak angkutan yang terdampak juga dapat bergabung sebagai pramudi atau pramujasa,” jelas Bekora.

Koridor Gelangmanggung di rencanakan melayani rute Terminal Maron (Kabupaten Temanggung)-Terminal Tidar (Kota Magelang)-Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) dengan dukungan 14 armada bus.

Bekora berharap, kehadiran Trans Jateng dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. Berdasarkan hasil survei pada tujuh koridor Trans Jateng yang telah beroperasi, kebijakan tarif mampu memberikan penghematan signifikan bagi masyarakat.