Selain itu, langkah teknis di lakukan dengan pemasangan karung pasir atau sand bag di sisi dalam pasangan talud. DPUPR bersama Balai PSDA juga memasang barikade serta trucuk bambu untuk menahan laju air apabila debit kembali meningkat.
“Langkah daruratnya, kita tinggikan tanggul dan buat barikade menggunakan trucuk bambu,” jelas Agus Dwi.
Menurut Agus Dwi, hampir seluruh wilayah di bantaran Sungai Ketiwon memiliki potensi terdampak apabila debit kembali naik. Karena itu, di perlukan asesmen menyeluruh untuk penanganan jangka panjang.
“Alirannya sedikit menyiku. Saat arus deras menghantam, talud terkikis. Ke depan akan kita upayakan agar aliran lebih simetris sehingga langsung menuju muara,” tutur Agus Dwi. (**)


