Brebes  

Tanah Bergerak Rusak 122 Rumah di Sirampog Brebes, Warga Masih Bertahan

BREBES, smpantura – Bencana tanah bergerak menerjang permukiman warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Sebanyak 122 rumah di laporkan rusak akibat bencana tersebut. Tanah bergerak yang terjadi sejak Kamis (29/1/2026) tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum. Satu masjid, dua mushola, serta bangunan TPQ/PAUD turut terdampak akibat retakan tanah yang semakin melebar.

Kepala Dusun III Desa Sridadi, Budi Santoso, mengatakan mayoritas rumah warga di Dukuh Bojongsari berkontruksi kayu. Meski tampak ringan, kondisi bangunan saat ini di nilai sudah membahayakan keselamatan penghuni.

“Banyak rumah sudah miring. Pintu dan jendela sulit di buka, lantai rumah retak dengan celah antara 10 hingga 25 sentimeter,” ujarnya.

Menurut Budi, kondisi tersebut membuat warga hidup dalam kekhawatiran, terutama saat hujan turun. Sejumlah warga bahkan mulai membongkar rumah secara swadaya karena khawatir bangunan roboh sewaktu-waktu.

BACA JUGA :  Tinjauan Usulan Pelebaran Underpass Patuguran Diwarnai Ketegangan, Kades Winduaji: Silahkan Tangkap Saya!

Namun demikian, hingga kini sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Belum adanya lokasi hunian sementara menjadi alasan utama warga tidak bisa mengungsi lebih jauh.

Selama sepekan terakhir, warga bersama relawan terlihat bergotong royong membongkar rumah satu per satu. Material bangunan, terutama kayu, di selamatkan untuk di gunakan kembali apabila hunian sementara telah di siapkan.

“Untuk bantuan dari pemerintah belum ada. Yang membantu baru dari warga sekitar dan relawan,” kata Budi.

Kades Sridadi, Sudiryo, membenarkan kondisi tanah bergerak di Dukuh Bojongsari semakin parah dalam beberapa hari terakhir.

Dukuh Bojongsari di huni sekitar 146 kepala keluarga atau 439 jiwa. Seluruhnya merupakan warga yang sebelumnya di relokasi dari Dukuh Lebakgoak akibat bencana tanah bergerak pada 2013 lalu.