Tanah Gerak Ancam Permukiman Brebes, Pemprov Jateng Siapkan Huntara dan Relokasi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sebanyak 143 rumah terdampak, terdiri atas 10 rumah rusak berat dan 124 rumah dalam kondisi terancam. Selain itu, dua tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta akses jalan desa sepanjang sekitar 700 meter turut ambles.

Pergerakan tanah di laporkan masih aktif akibat tingginya curah hujan di kawasan perbukitan Sirampog. Longsoran bergerak ke arah barat daya dengan potensi susulan yang masih tinggi. Pemerintah meminta warga tidak kembali ke rumah masing-masing demi menghindari risiko korban jiwa.

Pemprov Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kajian teknis lanjutan dan menentukan titik aman pembangunan huntara. Rencananya huntara di bangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat yang di nilai relatif aman.

“Lakukan seperti kita di Banjarnegara, Cilacap, Pemalang dan Purbalingga. Begitu pindah, warga harus bisa beraktivitas,” imbuh Ahmad Luthfi.

BACA JUGA :  Upaya Pemprov Jateng Membuahkan Hasil, Tiga Minggu Banjir Sayung Surut

Sementara itu, pengungsian di pusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah di dirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memastikan kebutuhan logistik warga terpenuhi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga mengimbau petugas dapur umum berkaitan dengan asupan saat Ramadan. Pengungsi harus tetap bisa selain sahur dan buka, takjil menu pendamping juga harus di sediakan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyalurkan bantuan senilai total Rp 175,97 juta. Bantuan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 18,24 juta, Dinas Sosial Rp 90,77 juta, Dinas Ketahanan Pangan Rp 18 juta, Dinas Kesehatan Rp 11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp 27 juta, serta PMI Rp 10,19 juta.